Riot Games Banned Permanet Ratusan Cheater Valorant Pasca Rilis Global!

Pasca dirilis secara global beberapa waktu lalu, Riot Games kembali melakukan Banned permanent kepada ratusan cheater yang mencoba merusak game Valorant. Para cheater berhasil membobol Vanguard, yang merupakan sistem keamanan yang dipasang Riot Games dengan berbagai program ilegal.

Langkah tegas pun telah diambil Riot, lewat akun Twitter miliknya, CEO Riot Games, Nicola Laurent menjawab pertanyaan salah seorang pemain yang mempertanyakan mengapa dirinya di banned. Padahal Riot pernah berjanji akan memberikan kesempatan kedua kepada cheater yang telah diblokir pada masa beta.

Awalnya player tersebut mengaku senang karena akan diberi kesempatan lagi untuk bermain game Valorant. Namun, saat dirinya mencoba membuat akun baru, ia mendapati dirinya masih di banned oleh Riot Games.
Menanggapi pertanyaan tersebut, dalam cuitan nya Nicola mengungkapkan pihaknya tidak akan memberikan kesempatan kedua kepada para cheater.

Sebagaimana diketahui, Riot pernah mengatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah main – main dengan pemain curang. Bahkan pihaknya telah menyatakan perang kepada para cheater. Benar saja, banned yang dilakukan oleh Riot terbilang sadis. Betapa tidak, tidak hanya memblokir akun, Riot bahkan memblokir hardware pemain yang kedapatan menggunakan cheat.

Dengan kata lain, selain membuat akun baru, sistem anti cheat yang disediakan Riot mengharuskan pemain yang sudah terkena banned untuk mengganti hardware (PC) mereka jika masih ingin bermain Valorant.

“Kebanyakan akun tersebut juga terkena ban dari segi hardware, yang artinya kami melacak mereka dan memberikan ban secara terus-menerus meski mereka mencoba login ke dalam game dengan menggunakan akun palsu”

“Larangan untuk cheat dalam VALORANT dimaksudkan untuk mencegah cheater bermain VALORANT. Jika anda bisa membuat akun lain, itu tidak akan benar-benar menjadi konsekuensi, itu hanya akan merepotkan,” katanya.

Sebelumnya, sebelum dirilis secara resmi atau tepatnya pada masa beta, Riot berhasil membekukan akun pemain yang kedapatan menggunakan program terlarang seperti Wallhacks dan AIM Hacks. Saat itu, Divisi programmer dan anti-cheat Riot Games, Paul Chamberlain mengklaim bahwa kasus tersebut akan menjadi kasus yang terakhir bagi Valorant.

Paul bahkan sesumbar game besutan nya tidak akan bisa dimasuki cheater. Sayangnya, kenyataan berkata lain, Riot harus menghadapi serangan cheater yang bisa dengan mudah menembus Vanguard sebagai sistem keamanan yang di klaim anti cheat. Riot pun pada akhirnya membuka sayembara dengan memberi hadiah 1,5M bagi penemu bug Vanguard anti cheat Valorant!

Selain masalah cheater, Riot juga tengah sibuk dengan perubahan nama ranked yang ada pada game Valorant. Jika sebelumnya ranked terendah diawali dari Iron kemudian Bronze, Silver, Gold, Platinum, Diamond, Immortal, dan ranked tertinggi yaitu Valorant. Maka, Riot berencana merubah nama pada ranked teratas. Menurut Riot, hal ini dilakukan supaya dimasa yang akan datang pemain tidak binggung dengan penamaan yang sama dengan nama game FPS tersebut.

Perjalanan Riot untuk membersihkan cheater dari Valorant masih sangat panjang. Angka ini tentu saja akan semakin bertambah seiring meningkatnya jumlah pemain Valorant ke depan. Terlebih kemunculan Valorant sudah menggerus popularitas CS:GO yang sudah menggantongi jutaan pemain.

Bisa dibilang cheater itu ibarat jamur di musim hujan, setiap ada game baru disitu ada cheater yang siap berkembang biak. Kita doakan saja Riot benar – benar bisa menciptakan sistem keamanan yang tak mudah ditembus pemain nakal.

Yang paling penting, jangan pernah terpikir untuk melakukan cara – cara curang demi keuntungan sesaat ya gamers. Jika kamu bertemu dengan cheater di dalam game, jangan ragu untuk melapor supaya publisher bisa segera memblokir mereka.

Jangan lupa baca juga artikel lain tentang senjata dan karakter Valorant. Buat kamu yang nggak mau ketinggalan berita terbaru dan terupdate seputar game, anime, gadget serta Esports lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *